Kontroversi 'Menghina 5·18' di Hadapan Sekolah BaejaeSociety
N경향신문
·2026.07.02
64
Minggu ini, Korea Selatan dihebohkan dengan kontroversi sensitif seputar '5·18 비하' atau penghinaan terhadap Pergerakan Demokratik Gwangju 5·18. Isu ini menjadi hangat setelah insiden yang melibatkan sebuah kedai kopi ternama, 'Starbucks', di hadapan Sekolah Baejae dituduh menghina peristiwa bersejarah tersebut. Pergerakan Demokratik Gwangju pada Mei 1980 merupakan momen penting dalam sejarah Korea Selatan, di mana warga Gwangju bangkit menentang kediktatoran militer, yang kemudian berakhir dengan tindakan keras dan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, setiap bentuk penghinaan atau penyelewengan fakta terkait peristiwa ini akan selalu memicu kemarahan dan perdebatan sengit di masyarakat Korea, seperti yang terlihat dari karangan bunga duka cita yang ditempatkan di hadapan sekolah tersebut, bahkan ada yang terlihat dirobohkan, menggambarkan ketegangan yang memuncak.
Bagi para pekerja asing dan penduduk asing di Korea Selatan, isu sensitif seperti kontroversi '5·18 비하' ini mengingatkan kita akan pentingnya memahami latar belakang sejarah dan budaya setempat. Pergerakan 5·18 bukan sekadar peristiwa politik, melainkan simbol perjuangan demokrasi dan hak asasi manusia yang sangat dihormati di Korea. Kecerobohan atau ketidaksengajaan dalam menyuarakan pendapat atau membagikan konten yang dapat diinterpretasikan sebagai penghinaan terhadap peristiwa ini, bahkan oleh tokoh publik seperti mantan perenang nasional Jo Hee-yeon yang membela slogan penghinaan di pertandingan bisbol sekolah menengah, dapat menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Hal ini juga termasuk insiden lain seperti penemuan sepatu bot tentara di papan penunjuk arah 'Jalan Mei', yang memicu investigasi oleh kota Gwangju karena dugaan niat menghina. Oleh itu, kita perlu berhati-hati dan empati terhadap isu-isu yang membentuk identiti kebangsaan Korea.
Untuk menghindari kesalahpahaman atau tindakan yang tidak diinginkan, penting bagi pekerja asing dan penduduk asing untuk selalu peka terhadap isu-isu sensitif di Korea. Cuba fahami konteks sejarah dan budaya di sebalik peristiwa seperti 5·18, mungkin melalui membaca berita tempatan atau berbincang dengan rakan Korea yang anda percayai. Elakkan daripada terlibat dalam perbincangan atau menyebarkan maklumat yang mungkin menghina atau meremehkan peristiwa bersejarah ini, terutamanya di media sosial. Ingatlah bahawa tindakan atau komen yang mungkin kelihatan tidak berbahaya di negara asal anda boleh memiliki konotasi yang sangat berbeza dan menyinggung perasaan di Korea Selatan. Menghormati sejarah dan budaya tempatan adalah kunci untuk membina hubungan yang baik dan hidup selesa dalam masyarakat Korea.
Comment (0)